"Kita harus prepare untuk kondisi terburuk, yaitu kondisi defisitnya sampai 2,7 persen (PDB)," ujar Bambang di rumah dinasnya, Minggu (6/12).
Kendati tutup tahun fiskal 2015 kurang dari sebulan, namun Bambang masih berharap ada keajaiban dari sisi penerimaan perpajakan pada Desember ini. Sementara dari sisi belanja negara, ia optimistis realisasinya tidak akan bergerak jauh dari yang sudah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, ia menugaskan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi untuk mencari penerimaan pajak minimal Rp 225 triliun pada bulan ini. Tujuannya satu, agar kekurangan atau shortfall anggaran tidak lebih dari Rp 195 triliun.
Dari sisi pembiayaan, Bambang tak terlalu khawatir mengingat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) telah menunaikan tugasnya dengan baik. Dari rencana pembiayaan defisit sebesar Rp 222,5 triliun atau 1,9 persen PDB, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan dan anak buahnya telah melampaui target tersebut. (gen)