"Pilkada efeknya libur. Saya kira tidak terlalu signifikan terhadap perdagangan saham di bursa," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/12).
Menurut Samsul, meski ada dana politik yang dihampurkan dalam Pilkada serentak besok, tetapi kecil kemungkinan masuk ke pasar modal. Pasalnya, Pilkada tidak berlangsung di Jakarta selaku pusat perdagangan saham nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, saya sampaikan pilkada tidak ada efek siginifikan. Itu politik, kita kan pasar modal. Tidak ada pengaruh lah. Pemilu yang kita jalani beberapa kali saja tidak terlalu pengaruh," kata Samsul.
“Buktinya sekarang saja indeks malah melemah,” ujarnya saat dihubungi.
“Ya seperti kita lihat, masih ada sentimen negatif yang ada. Terakhir adalah terkait OPEC (organisasi negara pengekspor minyak) yang mempertahankan produksi. Hal itu membuat harga minyak jatuh dan berimbas ke bursa dunia,” jelasnya.
Ia menilai, efek pilkada kemungkinan hanya berpengaruh terhadap sektor tertentu dalam bursa saham. Satrio menjelaskan, sektor tersebut tentunya yang berkaitan langsung dengan kampanye pilkada.
“Yang pasti terpengaruh biasanya kan sektor consumer, seperti rokok, makanan minuman. Kemudian juga sektor ritel,” ujarnya.
(ags/gen)