Analis KDB Daewoo Securities Heldy Arifien mengatakan sejumlah indikator teknikal telah menunjukkan adanya limitasi area tekanan yang berada pada area jenuh jual. Hal itu lanjut Heldy, membuka peluang pembalikan arah pada support selanjutnya di level 4.420.
“Kami perkirakan, IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan positif dalam rentang yang serupa 4.420-4.530,” ujarnya dalam riset, dikutip Kamis (10/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Harga minyak yang terjun bebas ke US$ 37,7 per barel, mengakibatkan mayoritas saham terkait melemah serta indeks sektor pertambangan menjadi susut hingga 1,7 persen dan mengiringi sektor aneka industri yang tergelincir hingga 3,6 persen,” jelasnya.
Ia menjelaskan, saham PT Astra International Tbk (ASII) menjadi salah satu saham yang membebani upaya IHSG untuk bisa mendekati level resistensi terdekatnya di angka 4.530. Saham tersebut melorot 5,0 persen ke level harga Rp 6.200 per saham dimana asing membukukan penjualan mencapai Rp 146,3 miliar.
Analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya mengatakan IHSG saat ini masih bergerak dalam dalam tekanan, tekanan yang terjadi adalah akibat efek dari pergerakan market global yang belum kondusif, serta harga komoditas minyak yang kembali mengalami penurunan.
“Di mana hal tersebut memberikan dampak tersendiri terhadap emiten-emiten di pasar modal Indonesia yang sebagian berbasis komoditas,” jelasnya.
Namun, William menilai tekanan ini tentunya akan bersifat sementara, melihat masih stabilnya perekonomian dalam negeri. Menurutnya, jika dilihat dari sisi cadangan devisa yang sudah terlansir, maka potensi untuk kembali menguat masih terlihat dalam pergerakan IHSG.
“Hari ini IHSG berpotensi melakukan rebound terbatas, resistance saat ini berada pada level 4.560 yang perlu digapai untuk memperkuat pola kenaikan, dengan support pada 4.445,” ungkapnya. (gen)