Direktur Utama Semen Indonesia Suparni mengatakan perusahaan patungan pertama akan membangun pabrik semen di Pidie, Aceh bermitra dengan perusahaan lokal yang akan menyediakan lahan.
"Namun kami masih belum bisa bocorkan dengan siapa bekerjasama. Peran mitra kami juga hanya menyediakan tanah saja, jadi bisa dipastikan kepemilikan Semen Indonesia di joint venture tersebut sangat mayoritas," ujar Suparni di Jakarta, Kamis (10/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilai investasi sebenarnya sudah ada namun belum kita finalisasikan. Sekitar 50 persen akan didanai menggunakan pinjaman," tambah Suparni.
Gandeng BUMN Konstruksi
Di samping membentuk perusahaan patungan yang akan mendirikan pabrik di Pidie, Semen Indonesia juga rencananya akan membentuk perusahaan patungan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi untuk membuat perusahaan baru di bidang produksi beton pracetak (precast). Berbeda dengan joint venture pabrik Aceh, kepemilikan Semen Indonesia di dalam kerjasama ini bersifat minoritas.
"Karena nanti BUMN konstruksi itu akan menjadi kontraktor utama dan kami hanya akan menyalurkan bahan baku semen saja. Makanya kepemilikan kami minoritas," ujarnya.
Namun, perusahaan mengatakan belum mendapatkan mitra BUMN yang tepat untuk kerjasama itu, namun pilihan mengerucut pada PT Wijaya Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, dan PT Waskita Karya Tbk. "Pokoknya antara BUMN karya. Lebih cepat pelaksanaanya, maka lebih baik," ujar Suparni.