Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan kalau peningkatan volume produksi perlu dilakukan demi memanfaatkan keringanan biaya produksi di awal tahun seperti penurunan tarif listrik industri, bahan bakar industri, serta harga gas bagi industri. Efisiensi biaya produksi tersebut menurutnya harus diimbangi dengan peningkatan produksi.
"Kami sangat senang di awal tahun nanti ada banyak keringanan biaya. Ini kesempatan bagi kami untuk menaikkan produksi demi mengganti apa yang terjadi di tahun ini. Kami cuma berharap tahun depan tidak akan ada faktor biaya produksi lain yang naik, sehingga harga jual juga stabil," ujar Adhi di Jakarta, Selasa (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, pertumbuhan industri makanan dan minuman di kuartal III tahun ini hanya sebesar 6,95 persen atau menurun dari angka periode yang sama tahun lalu sebesar 10,89 persen. Padahal di semester I tahun ini, industri makanan dan minuman bisa mencetak pertumbuhan 8,46 persen.
"Kami harap bisa terus jaga tren permintaan ini hingga tahun depan. Semoga di akhir tahun depan kami bisa menciptakan pertumbuhan nilai output sebesar 7 hingga 8 persen. Kalaupun nanti jadi ada cukai untuk minuman berpemanis dan berkarbonasi, ya kami pasrah saja," tuturnya. (gen)