Seperti dikutip dari Reuters, penaikan suku bunga hingga 25 basis poin oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dalam hampir satu dekade itu sukses terekam dalam sejarah. Setidaknya, terdapat kelegaan di pasar, setelah berbulan-bulan penantian, langkah itu akhirnya dilakukan.
"The Fed akan benar-benar senang dengan kurangnya volatilitas di semua kelas aset. Tidak ada pandangan lain bahwa pasar dapat memiliki risiko positif yang moderat, bahkan jika probabilitas kenaikan suku bunga lanjutan pada Maret secara signifikan lebih tinggi dari harga," kata Alan Ruskin, Global Head of Forex di Deutsche.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melonjak 1,31 persen ke level 4.542 dari penutupan kemarin di level 4.483. Nilai tukar rupiah tercatat dibuka menguat tipis ke angka 13.739 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di level 13.741.
Pasar ditenangkan oleh jaminan Gubernur The Fed, Janet Yellen yang menyatakan penaikan suku bunga di masa depan akan menjadi "bertahap" dan bergantung pada inflasi.
Sementara itu dolar AS menguat 0,35 persen menjadi 99,561 terhadap sekeranjang mata uang utama DXY. Namun masih mengalami kesulitan untuk mencapai level resisten di sekitar angka 100,00. (gir)