Direktur Keuangan Wika Beton Entus Asnawi Mukhson mengatakan pembicaraan antara kontraktor MRT, PT MRT Jakarta sedang dilakukan dan keputusannya diharapkan bisa keluar tidak lama lagi. Ia juga mengatakan kalau pemilihan Wika Beton kemungkinan akan dilakukan dengan penunjukkan langsung dan tidak melalui proses tender.
"Kami kemarin telah menyediakan beton untuk MRT fase pertama, dan kini kami akan sediakan untuk fase kedua. Sejujurnya belum ada kontrak apa-apa, nilai juga belum ada, tapi pembicaraan memang mengarah kesana," ujar Entus kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, Kamis (17/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu dapat informasi, kami siap-siap diri untuk melakukan produksi. Semoga bisa membantu kinerja positif keuangan kami tahun depan bersamaan dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan juga Light Rail Transit (LRT) milik PT Adhi Karya Tbk," tambahnya.
Sebagai informasi, MRT lintas Bundaran HI-Kampung Bandan sendiri memiliki panjang 8,1 kilometer (km) yang direncanakan rampung pada 2020 dengan nilai investasi Rp 29,5 triliun yang pendanaannya disediakan oleh JICA.
Pembangunan ini akan melengkapi MRT fase pertama sepanjang 15,7 km dengan trayek Lebak Bulus-Bundaran HI yang diperkirakan rampung 2018, di mana Wika Beton sendiri telah menyediakan 5.400 komponen beton precast dengan nilai Rp 190 miliar bagi proyek ini hingga 2016.
Perusahaan berharap bisa membukukan pendapatan Rp 5,2 triliun pada 2016 atau dua kali lipat dari proyeksi pendapatan tahun ini sebesar Rp 2,6 triliun. Hingga kuartal III 2015, pendapatan perusahaan mencapai Rp 1,55 triliun atau 59,6 persen dari target akhir tahun. (gen)