Lembaga keuangan dalam negeri yang menjadi kreditur PLN meliputi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Indonesia Exim Bank (Exim) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Direktur Utama PLN Sofyan Basyir menjelaskan kredit sebesar Rp12 triliun tersebut akan disalurkan untuk membiayai investasi PLN di semua fungsi, meliputi pembangunan pembangkit listrik, transmisi, distribusi, hingga fungsi pendukung. Proyek-proyek tersebut sejatinya merupakan bagian dari realisasi program kelistrikan 35 ribu MW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Sofyan mengatakan perseroan juga telah melakukan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dengan BRI, BNI, Bank Mandiri, dan Indonesia Eximbank khusus untuk mendanai 85 persen proyek PLTU Teluk Balikpapan di Kalimantan Timur.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek ini, keempat Bank itu akan memberikan plafond kredit sebesar Rp 2,45 triliun dengan tenor pinjaman selama 10 tahun sejak penandatanganan perjanjian, termasuk masa tenggang 3 tahun.
Kuswiyoto, Direktur Kelembagaan BUMN BRI menuturkan pemerintah memberikan jaminan penuh terhadap pembayaran kewajiban PLN.
“Kami berterima kasih dan sangat bangga dapat berbisnis dan selalu menunjang bisnis PLN. Semoga tahun 2022, 99 persen mungkin 100 persen Indonesia sudah terang benderang. Itu Berkat PLN, terima kasih,” tuturnya. (ags)