Anjloknya harga emas dipicu oleh keputusan bank sentral Amerika (The Federal Reserve) menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 basis poin untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.
Keputusan The Fed tersebut berdampak negatif terhadap harga emas karena berpotensi meningkatkan inflasi. Selain itu, kenaikan suku bunga juga membuat nilai tukar dolar Amerika meningkat tajam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Emas akan terus melemah. Posisi terendah hari ini mungkin bukan posisi terendah kita akan lihat tahun depan," kata Kenny.
Emas mengalami kejayaan selama krisis 2008 ketika orang berbondong-bondong beralih ke logam karena mereka takut akan krisis keuangan global dan kejatuhan harga saham. Sebelum penurunan, harga emas terus naik hampir menyentuh US$2 ribu per ons pada 2011.
Penjualan emas akhir-akhir ini mempengaruhi kejatuhan saham logam dan saham pertambangan di bursa Wall Street pada Kamis (7/12) waktu setempat. Saham FreeportMcMoRan (FCX) turun hampir 9 persen, saham S&P 500 anjlok lebih parah, yakni terjun bebas hingga 74 persen pada tahun ini.
Diperkirakan harga emas akan kembali pulih karena investor akan kembali memikirkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed yang akan datang. (ags)