Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas menjelaskan pinjaman valas tersebut ditarik sebagian untuk membiayai proyek-proyek yang sudah masuk dalam daftar tunggu pencairan. Hal itu terkait pula dengan pengajuan pencairan kredit yang diajukan sejumlah debitur yang terkait dengan proyek-proyek infrastruktur.
“Yang sudah diambil US$ 880 juta dolar as of today. Proyeknya kebanyakan infrastruktur. US$ 880 juta dolar itu kita penarikan fasilitas pinjaman CDB, dari komitmen US$ 1 miliar,” jelas Rohan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nature bisnis kita kan based on project, jadi kalau belum ada proyek ya tidak ditarik. Nanti kalau akhir tahun belum ada proyek ya belum diambil lagi,” jelasnya.
Dalam perjanjiannya, 30 persen dari dana pinjaman tersebut akan diterima dalam mata uang yuan atau Renminbi (RMB), sedangkan sisanya dalam bentuk dolar Amerika.