Presiden Direktur BCA Finance Roni Haslim mengaku memiliki satu alasan kuat untuk mengerem penyaluran kredit mobil bekas, yaitu tingginya angka kredit macet (non performing financing/NPF) tiga kali lebih besar dibandingkan NPF mobil baru. Tercatat, saat ini NPF BCA Finance secara total berada di posisi 0,9 persen.
"Makanya kami tak mau banyak mengambil risiko dengan memberi kredit mobil bekas. Meski keadaan tengah lesu tapi kami tetap optimistis di pasar kendaraan baru," ujar Roni di Jakarta, Senin (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi konsekuensinya, pertumbuhan kredit kami jadinya mengikuti pasar. Kami dengar kabar kalau market mobil baru akan turun 18 persen hingga akhir tahun sedangkan kami berharap akhir tahun ini pertumbuhan kredit sebesar 12 persen. Pertumbuhan kredit kami jadinya lebih kecil akibat penurunan penjualan mobil," ujarnya.
Sementara tahun depan, Roni menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 10 persen sehingga booking kredit bisa menjadi Rp 28,05 triliun. Demi mencapai target tersebut, BCA Finance akan fokus mendanai pembelian mobil berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) yang selama ini menguasai penjualan otomotif.
Sebagai informasi, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan penjualan sebesar 853.008 unit sepanjang Januari hingga Oktober tahun ini. Sebanyak 374.366 unit, atau 43,9 persen dari total penjualan, disumbang oleh penjualan mobil MPV.
"Dengan fokus penjualan ke mobil entry level, kami juga harap bisa menjaga pangsa pasar di pasar kredit mobil di angka 10 persen. Menjaga pangsa pasar itu pun tak mudah dilakukan karena kan pemain kredit kendaraan bermotor ada 200," ujarnya. (gen)