Ekonom Mandiri Sekuritas, Leo Rinaldy menilai dampak kenaikan suku bunga acuan The Fed terhadap rupiah tidak terlalu signifikan karena pelaku pasar uang sudah mempertimbangkan lama kebijakan itu. Rupiah relatif stabil karena investor menganggap tingkat suku bunga Indonesia masih menarik dibandingkan dengan negara serupa. Selain itu, investor melihat kondisi fundamental makroekonomi Indonesia akan lebih baik pada 2016.
"The Fed diperkirakan akan menaikan suku bunganya secara gradual tahun depan, akhir 2016 mungkin akan mencapai 1-1,25 persen dan efeknya mungkin kepada volatilitas rupiah namun sifatnya terbatas," ujar Leo dalam paparan Economic Outlook di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"China masih melakukan transformasi pertumbuhan ekonominya dari berbasis investasi menjadi konsumsi. Namun perlambatan ekonomi China itu manageable," ujarnya.
Dengan asumsi kenaikan The Fed rate sekitar 1,25 persen pada 2016, Leo meramalkan rupiah akan melemah sekitar 1,6 persen hingga 1,69 persen pada 2016 dan secara rata-rata sepanjang tahun akan berada di kisaran Rp14.300.
Pada pekan lalu, Mandiri Sekuritas mencatat rupiah menguat dalam beberapa sesi perdagangan seiring dengan apresiasi mayoritas mata uang global. Kurs rupiah pada Jumat (18/12) menguat 152 poin atau sebesar 1,1 persen ke level Rp13.623 per dolar AS. (ags/gen)