Ia mengatakan hasil rapat koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait terungkap bahwa sebagian besar PDAM selama ini mengalami kerugian akibat harga jual air yang tidak pernah naik selama puluhan tahun. Akibatnya meskipun masih beroperasi, banyak PDAM yang tidak bankable. H
“Hal ini mengakibatkan PDAM tidak bisa melakukan ekspansi. Padahal air ini kebutuhan sangat mendasar. Tapi kebanyakan PDAM ini merugi sehingga tidak punya kemampuan untuk menambah kapasitas,” ujar Rizal di kantornya, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi return of capital-nya sangat kecil. Nah ini mesti dibenahi,” kata Rizal.
Tutupi Kebocoran
Selain upaya menaikkan harga jual untuk mendongkrak pendapatan PDAM, Rizal tidak menutupi jika selama ini manajemen PDAM cenderung membiarkan terjadinya kebocoran air akibat perilaku menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam perusahaan.
“Banyak dari PDAM-PDAM ini meteran saja tidak punya. Sehingga tidak ketahuan produksi berapa, distribusi berapa. Jadi tinggal dilaporkan bocor segini, ya duitnya ditilep lah. Ini kita akan rapikan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Rizal akan membentuk Dewan Air Nasional. Dewan ini nantinya memiliki wewenang untuk menyusun kebijakan penentuan harga (pricing) sehingga PDAM bisa menerima pendapatan yang sehat. Selain itu, Dewan Air Nasional juga akan menentukan standar kualitas air minum yang harus dimiliki oleh PDAM.
“Kita ingin kualitas air yang lebih baik, yang lebih bagus sehingga rakyat sehat,” ujarnya.
Lebih lanjut, pemerintah juga akan merestrukturisasi utang PDAM. Bahkan, bagi PDAM yang terlilit utang pada negara, utangnya bisa dihapus untuk menyehatkan kondisi keuangannya.
“Beberapa dari PDAM ini terlibat dalam utang kepada pemerintah pusat yang bunga berbunga dari utang pokok berkembang menjadi berkali-kali. Kami juga akan melakukan restrukturisasi utang, termasuk me-write-off jika diperlukan,” kata Rizal.
Setelah kondisi keuangan sehat, pemerintah akan mencarikan pembiayaan bagi PDAM untuk melakukan ekspansi. Dengan demikian, pasokan air minum bersih bisa menjangkau seluruh masyarakat. Disebutkan Rizal, saat ini hanya 45 persen dari total penduduk Indonesia yang mampu dijangkau PDAM.
“Kita akan carikan financing bagaimana supaya mereka itu bisa nambah kapasitas, ekspansi kapasitas. Termasuk di dalamnya meningkatkan jaringan,” ujarnya. (gen)