"Kalau itu tidak ada ampun, saya mau suspend seumur hidup," kata Jonan usai rapat koordinasi penanganan inflasi di Kompleks Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (23/12).
Hal tersebut dikatakan Jonan ketika dimintai tanggapan terkait kasus awak pesawat maskapai Lion Air yang diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait dugaan penggunaan sabu-sabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira Kemenhub sudah minta data ke BNN terkait identitas daripada kru tersebut, jika positif, akan kita cabut izinnya, saya tidak tahu itu pilot apa bukan tetap akan kita cabut," ujar Jonan menegaskan.
"Maskapai yang bersangkutan pasti diperingati, tapi ini individual tindakannya. Apalagi bukan di kantor maskapai, airport juga bukan kan nyabunya," ucap Jonan.
Jonan menegaskan selama ini sudah ada standar pengecekan kesehatan pada awak pesawat sebelum terbang. Namun, pemeriksaan dilakukan secara acak dan tidak setiap hari.
"Ttidak ada di dunia cek narkoba setiap hari. Selain itu kita juga lakukan penyaringan ketika para awak akan menerima sertifikat sebelum beroperasi, jika terbukti positif menggunakan narkoba sertifikatnya tidak kita berikan dan akan menjadi catatan hitam bagi yang bersangkutan," tutur dia.
Sebelumnya, Sabtu (19/12), BNN Provinsi Banten bersama dengan TNI dan Kepolisian Resor Tangerang Selatan menangkap empat pelaku pengguna narkotik sebuah apartemen di Jalan Marsekal Suryadharma, Tangerang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dipastikan pilot berinisial SH menggunakan ganja, sedangkan kru lainnya menggunakan sabu. (antara)