"Bandara ini beroperasi delapan jam. Bila Bapak berkenan, kami akan tambah personel operasional agar bisa beroperasi 24 jam dan bisa menjadi bandara emergency, atau sekurang-kurangnya 18 jam operasi plus enam jam emergency," ujar Jonan dalam acara peresmian terminal penumpang Bandara Komodo-Labuan Bajo, Ahad (27/12).
Menurut Jonan, pengoperasian bandara selama 24 jam sekaligus penggunaan sebagai bandara emergency sangat penting untuk keselamatan penerbangan apabila frekuensi penerbangan semakin tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapasitas Bandara Komodo-Labuan Bajo saat ini maksimal 600 penumpang per jam, namun karena proses pembangunan masih belum tuntas, saat ini baru bisa menampung maksimal sekitar 200 penumpang per jam.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa pengembangan bandara ini penting untuk percepatan pembangunan perekonomian warga Nusa Tenggara Timur, khususnya Flores, Labuan Bajo, dan sekitarnya.
Ia menuturkan, kawasan ini memiliki potensi wisata yang luar biasa.
"Dan saya ingin penerbangan menuju Komodo tidak hanya dari Pulau Bali, tapi juga tempat lain, Kementerian Perhubungan saya minta (wisatawan) didorong, didesak agar bisa menuju ke Bandara Komodo ini. Bisa dari Jakarta, Surabaya, atau dari Singapura," ujar Jokowi.
Pemerintah daerah provinsi Nusa Tenggara Timur memperkirakan bahwa jumlah wisatawan ke wilayahnya tahun 2015 akan naik sekitar 10-15 persen dari tahun 2014 dimana sekitar 374 ribu wisatawan domestik dan 80 ribu wisatawan asing mendatangi wilayah ini. (yns)