Dikutip dari laman perusahaan, pada 9 Desember 2015 lalu Freeport McMoRan telah mengumumkan kebijakan lanjutan pemangkasan belanja modal sebagai respons atas lesunya kondisi pasar komoditas tambang, serta bisnis minyak dan gas bumi yang belum lama digelutinya.
“Kami perlu mengambil langkah lebih lanjut untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan di tengah kondisi pasar yang lemah dan penuh ketidakpastian. Mendekati 2016, kami mengambil keputusan untuk memperkuat arus kas perusahaan saat harga komoditas sedang rendah, karena kami berencana melanjutkan pemangkasan utang,” kata Moffett, dikutip Selasa (29/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Freeport juga akan memangkas produksi tambang di Amerika Utara dan Amerika Selatan dengan total 250 juta pounds tembaga dan 20 juta pounds molybdenum per tahun. Perusahaan juga tengah mempertimbangkan rencana menghentikan operasi tambang Sierrita secara penuh di Arizona sehingga akan kehilangan 350 juta pounds tembaga dan 34 juta pounds molybdenum per tahun.
Sementara di bisnis migas, Freeport bakal memangkas alokasi belanja modal pada 2016 dan 2017 mendatang dari angka US$ 2 miliar per tahun menjadi sebesar US$ 1,8 miliar di 2016 dan US$ 1,2 miliar di 2017.
Rencana pemangkasan belanja modal tersebut termasuk pengurangan jumlah rig yang dioperasikan di tiga proyek pengeboran laut dalam teluk Meksiko menjadi hanya satu rig.
Meski demikian, kebijakan tersebut tampaknya tidak membuat pemegang saham puas sehingga dini hari tadi tetap mengumumkan penunjukan Gerald J. Ford sebagai Non-Executive Chairman Freeport McMoRan menggantikan Moffett. (gen)