Melambatnya pertumbuhan produksi CPO Indonesia dinilai terjadi akibat dampak musim kering dan fenomena Elnino yang berkepanjangan.
"Realisasi yang 30,8 juta ton itu di bawah proyeksi awal untuk 2015 yang sebanyak 31,5 juta ton," kata Ketua DMSI, Derom Bangun, Kamis (31/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melihat produksi yang turun dan perekonomian yang masih belum membaik secara maksimal, DMSI memperkirakan tantangan industri sawit Indonesia pada tahun 2016 relatif lebih berat dibandingkan dengan tahun 2015," tuturnya.
Satu diantaranya problematika kebakaran hutan-lahan yang kini telah dilakukan beberapa langkah preventif oleh sejumlah pihak termasuk Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki).
"Harga minyak sawit yang semula diperkirakan akan membaik, namun diduga akan 'tergelincir' ke arah yang lebih rendah seiring dengan dinamika global yang menekan harga minyak bumi (petroleum) juga harus diwaspadai," katanya. (dim/antara)