Adapun periode impor dibagi menjadi empat tahap, yakni kuartal I sebanyak 100 ribu ekor, kuartal II sebanyak 267 ribu ekor, kuartal III 50 ribu ekor, dan kuartal IV 200 ribu ekor.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Hary Priyono menjelaskan kebutuhan konsumsi daging sapi masyarakat Indonesia pada tahun ini diprediksi mencapai 675 ribu ton. Sementara persediaan daging di gudang Kementan dan Bulog hanya sekitar 416 ribu ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Impor sapi kita akan sebanyak 600 ribu ekor yang merupakan angka yang realistis dan tak perlu dipermasalahkan. Pasalnya saat ini kan belum cukup, pasokan kita 400 ribu ekor, sedangkan kebutuhan kita sekitar 500 sampai 600 ribu ton," Kata Hary di Jakarta, Senin (4/1).
"Banyak sumber-sumber sapi yang sangat sulit diakses oleh pasar, contohnya NTT, makanya kemarin kita coba fasilitasi lewat kapal ternak. Menteri Perdagangan sudah menyampaikan tentang importasi ini, dengan harapan bahwa apabila pasar tidak sering berfluktuasi, dan harga semakin kompetitif, maka impor sapi sebanyak 600 ribu ekor itu sangat realistis," ucapnya.
Kepastian untuk melanjutkan impor sapi juga dikemukakan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Namun, ia menegaskan hanya sapi indukan yang akan didatangkan ke Indonesia.
"Kita impor sapi indukan, ibaratnya kita beri pabriknya karena bisa melahirkan 10-12 kali," ujarnya. (gen/antara)