Selain itu, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan penurunan harga BBM bakal mendongkrak daya beli masyarakat yang akan mendorong kegiatan ekonomi dan pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan.
“Setiap penurunan BBM Rp100, maka daya beli masyarakat meningkat sekitar Rp4 triliun-Rp4,3 triliun. Bayangkan kalau turunnya Rp1.000, itu ada Rp43 triliun daya beli masyarakat naik. Kalau daya beli masyarakat naik, maka terjadi peningkatan ekonomi,” jelasnya di gedung BEI, Jakarta, Selasa (5/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi buat saya bagus, ada pergerakan perekonomian. Kinerja perusahaan naik, penjualan juga naik. Jadi meningkat karena ada daya beli,” jelasnya.
Di luar harga setiap liter BBM yang ditetapkan pemerintah, Pertamina juga akan menurunkan harga Pertalite dari Rp8.250 jadi Rp7.900, Pertamax di DKI Jakarta dan Jawa Barat turun dari Rp8.650 jadi Rp8.500, Pertamax di Jawa Tengah dan Yogyakarta turun dari Rp8.750 jadi Rp8.600, Pertamax di Jawa Timur turun dari Rp8.750 jadi Rp8.600.
“Sementara Pertamax plus di DKI Jakarta turun dari Rp9.650 jadi Rp9.400, Pertamina Dex dari Rp9.850 ke Rp9.600, dan solar non PSO dari Rp8.300 ke Rp8.050,” kata Dwi. (gen)