Senior General Manager Indonesia Epson Industry Emile Pattiwael mengatakan kalau area produksi pabrik yang lama akan digunakan untuk produksi printer high-end sedangkan area ekspansi digunakan untuk meproduksi printer low-end. Luas area ekspansi ini sebesar 5 hektare, sehingga membuat total luas pabrik perusahaan di Cikarang menjadi 30 hektare dari sebelumnya 25 hektare.
"Kalau produksi model yang semakin rumit, memang diperlukan space yang semakin besar. Jadi dengan adanya perluasan ini bukan berarti ada peningkatan kapasitas produksi," jelas Emile di Jakarta, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah karyawan kami ada 10 ribu sekarang dan supporting industries di sekitarnya banyak seperti injection, plastik, metal stainless, main board, hingga harness sehingga biaya jauh lebih efisien, tak heran Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) kami mencapai 70 persen," ujarnya.
Saat ini, pabrik Epson di Cikarang meproduksi printer sebanyak 6 hingga 7 juta unit per tahun dengan kapasitas maksimal mencapai 12 juta unit per tahun. Pasar ekspor produk Epson sendiri terdiri dari 25 persen Asia Pasifik, 25 persen Eropa, 25 persen Amerika Serikat, dan 25 persen bagi pasar Jepang. (gen)