"Saya sudah tanda tangan MoU dengan pemerintah Pakistan isitilahnya G to G, government to government, dan Bulog (Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) sekarang sedang mempelajari dan menata detail-detail teknis stok beras yang ada di Pakistan" tutur Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong di kantornya, Jakarta, Rabu (6/1).
Thomas menuturkan menjaga stabilitas harga pangan merupakan priorotas utamanya pada tahun ini. Pasalnya, sumbangan harga pangan cukup besar terhadap inflasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya prihatin kemungkinan El-nino hantaman kedua. El-Nino saat ini masih dalam memuncak. Jadi cuaca bisa sekali lagi menghantam panen," kata Thomas.
Selain dengan Pakistan, lanjut Thomas, Kemendag juga tengah mendorong penandatanganan MoU sejenis dengan pemerintah India.
"India juga sudah menjadi eksportir beras cukup besar di dunia beberapa tahun terakhir ini. Mereka (India) sekarang ekspor US$3-4 miliar per tahun beras putih," ujar Thomas.
Namun demikian, Thomas masih belum bersedia mengungkapkan besaran impor beras dari kedua negara di Asia Selatan itu untuk tahun ini.
"Saya masih belum bisa mengatakan (jumlah impor berasnya) karena, pertama, masih dalam proses perhitungan antara Bulog dan kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Kedua, kita juga sedang proses tawar menawar baik dengan Pakistan dan juga India," ujarnya. (ags/gen)