Colliers mencatat rasio pembelian apartemen pasca penawaran oleh pengembang (take-up rate) menurun 1,58 persen secara tahunan, dari 87 persen di kuartal IV 2014 menjadi 85,42 persen di periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, take up rate untuk unit apartemen yang telah jadi (existing projects) menurun sebesar 0,7 persen, sedangkan untuk apartemen yang masih dibangun (under-construction projects) anjlok 3,4 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang uang muka turun, namun kalau installment masih dibebankan dengan bunga yang tinggi kan masyarakat juga tak tertarik. Apalagi sekarang tengah terjadi perlambatan ekonomi," jelas Ferry di Jakarta, Rabu (6/1).
"Apalagi kebanyakan pembeli apartemen baru itu lebih memilih spend uang secara bertahap dibanding langsung beli satu unit lalu menyicil terus menerus," jelas Ferry.
Ia menambahkan, kebijakan pelonggaran LTV akan lebih efektif jika disertai dengan bunga pinjaman yang lebih rendah. Menurutnya, sudah saatnya suku bunga acuan juga ikut diturunkan dari posisi saat ini 7,5 persen guna menggiatkan pembelian apartemen baru.
"Banyak kok sinyal yang menunjukkan kalau BI Rate bisa turun. Inflasi 2015 saja di angka 3,35 persen, lalu Presiden sendiri berharap pertumbuhan ekonomi tahun depan 5,5 persen. Jadi memang paket kebijakan LTV itu harus dilengkapi dengan penurunan suku bunga," jelasnya.
Ferry menambahkan kalau permintaan unit apartemen baru perlu terus dilakukan untuk mengisi tambahan unit apartemen yang terbangun (existing), yang jumlahnya sebanyak 156.907 unit atau meningkat 9,7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2016, Colliers International juga meprediksi tambahan suplai unit apartemen sebanyak 35.205 unit, yang terdiri dari 22.210 unit penyelesaian baru dan 12.990 unit proyek yang tertunda penyelesaiannya di tahun lalu.
Sebagai informasi, peraturan LTV untuk properti sendiri tercantum di Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/10/PBI/2015 mengenai Rasio Loan To Value atau Rasio Financing To Value untuk Kredit atau Pembiayaan Properti dan Uang Muka Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor.
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa flat apartemen dengan tipe di atas 70 mengalami kenaikan LTV dari 70 persen menjadi 80 persen. Selain itu, untuk flat apartemen tipe 22-70, LTV naik dari 80 persen menjadi 90 persen.