Sementara itu, di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat sebesar 15 poin (0,11 persen) ke Rp13.927 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.869-Rp13.973 per dolar AS.
Dari Asia, mayoritas indeks saham terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun sebesar 2,33 persen, indeks Kospi di Korsel yang melemah sebesar 1,1 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong yang terkoreksi sebesar 3,09 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Intervensi terhadap mata uang yuan memperparah kekawatiran investor terhadap pertumbuhan ekonomi terbesar kedua tersebut sehingga aksi jual sudah tak terbendung sejak awal sesi perdagangan hingga terjadi pemberhentian atau suspend di level 7 persen,” jelasnya dalam ulasan, Kamis (7/1).
Sebanyak 73 saham naik, 217 saham turun, 75 saham tidak bergerak, dan 196 saham tidak ditransaksikan. Sementara seluruh 10 indeks sektoral melemah, dipimpin oleh sektor industri dasar yang turun 2,5 persen dan sektor barang konsumsi yang turun 2,33 persen.
Saham di sektor industri dasar yang paling terkoreksi adalah PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA, Rp675) yang turun 10 persen dan PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS, Rp349) yang turun 9,82 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun 2,59 persen, DAX di Jerman yang melemah 3,23 persen, dan CAC di Perancis yang terkoreksi 2,7 persen. (gir)