Seperti dikutip dari Reuters, beragam hambatan menghadang laju pasar saham. Mulai dari meredupnya prospek untuk awal yang kuat bagi laba perusahaan, dan kekhawatiran tentang pertumbuhan yang lambat di China, bahkan reli harga saham yang dinilai tidak bertahan di luar hari atau tiga.
"Ini adalah tsunami psikologi negatif yang didorong oleh China. Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali langkah mundur, berjongkok dan menunggu hal buruk keluar," kata Phil Orlando, kepala strategi pasar ekuitas Federated Investors di New York, dikutip Senin (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa analis telah memangkas target pendapatan mereka. Deutsche Bank menurunkan perkiraan kuartal keempat dan mengakui bahwa lembaga tersbeut tidak yakin berapa banyak penurunan perkiraan 2016 yang disebabkan kemerosotan lanjutan harga minyak.
Jeff Saut, kepala strategi investasi di Raymond James Financial di St. Petersburg, Florida menyatakan harga saham bisa saja siap untuk reli cepat, tetapi tidak akan tahan lama karena banyak saham yang saat ini terlalu banyak dijual (oversold).
"Kami bersiap rebound di sini. Pertanyaannya adalah, apakah ini hanya akan menjadi reli penaikan 1 sampai 3 hari saja sebelum mulai kembali turun lagi?"
Musim laporan laba perusahaan akan dimulai minggu ini dengan laporan perusahaan Alcoa (AA.N) yang melaporkan hasil kuartalan setelah penutupan pada hari Senin (11/1) dan beberapa bank besar melaporkan pada akhir pekan ini.
"Ada kehati-hatian tentang musim laporan laba. Setelah investor melihat beberapa laporan pertama musim ini, mereka akan mulai merasa lebih nyaman, atau tidak," kata Ken Polcari, Direktur O'Neil Securities di New York. (gir)