Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menjelaskan tambahan tersebut berasal dari setoran Pajak Penghasilan (PPh) non migas. Ia mengatakan, jika ditotal maka realisasi PPh non migas naik menjadi Rp1.011,16 triliun dibandingkan catatan sebelumnya mencapai Rp1.005,89 triliun atau tumbuh 12,61 pesen dibanding 2014.
"Yang perlu dicatat, ini terjadi di tengah perlambatan ekonomi 2015 kemarin, pertumbuhan penerimaan pajak di luar migas, tumbuh 12 persen dibanding 2014," jelas Bambang dalam konferensi pers di gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menyebut pertumbuhan negatif ini disebabkan oleh melesetnya target lifting minyak mentah dan gas Indonesia ditambah anjloknya harga minyak dunia sepanjang 2015.
Revisi APBN 2016
Bambang juga menyebutkan pemerintah akan segera merevisi target penerimaan yang tercatat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sesegera mungkin.
Mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) menyebut kenaikan target akan dipertimbangkan sesuai dengan pertumbuhan alami yakni asumsi pertumbuhan ekonomi tahun ini yang mencapai 5,3 persen ditambah tingkat inflasi yang mencapai 4,7 persen.
Dengan penetapan target itu maka Kemenkeu akan segera mendiskusikan upaya apa saja yang akan ditempuh guna mengejar target di tahun ini,
"Jika kita berdasarkan pertumbuhan alamiah, maka akan ada kenaikan mencapai 10 persen, extra effort akan didiskusikan dengan adanya penambahan target 10 persen ini," ujarnya. (gen)