Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub JA Barata menyatakan, dari 6 (enam) lintasan pelayanan tersebut, baru 4 (empat) lintasan yang sudah dilakukan penandatanganan yaitu KA Keperintisan pada lintas pelayanan Mojokerto – Tarik – Tulangan – Sidoarjo; KA Keperintisan pada lintas pelayanan Purwosari – Sukoharjo – Wonogiri; KA Keperintisan pada lintas pelayanan Kertapati – Indralaya; KA Keperintisan pada lintas pelayanan Padalarang – Cianjur – Sukabumi.
“Sedangkan 2 lintasan lainnya yaitu Krueng Mane – Bungkah – Krueng Geukeuh dan lintas Padang – Lubukalung – Kayutaman – Padangpanjang – Solok akan dilaksanakan kemudian,” kata Barata dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, untuk lintas pelayanan Kertapati – Indralaya nillai kontraknya sebesar Rp 4,10 miliar dengan KA Kertalaya. Terakhir, untuk lintas pelayanan Padalarang – Cianjur – Sukabumi nilai kontrak sebesar Rp 9.565.209.498 dengan menggunakan KA Siliwangi.
Barata mengatakan penyelenggaraan angkutan kereta api perintis merupakan fokus kerja Kemenhub untuk terus meningkatkan pelayanan angkutan kereta api kepada masyarakat. Harapannya, hal itudapat menjamin keberlangsungan pelayanan angkutan kereta api dan menjadi moda transportasi alternatif yang tepat bagi masyarakat.
Penandatanganan pemberian kontrak subsidi angkutan kereta api perintis ini dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rutin Balai Teknis Perkeretaapian Sumatera Bagian Selatan, PPK Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Barat, PPK Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah, dan PPK Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur dengan Direktur Keuangan PT. KAI (Persero) serta disaksikan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko di Jakarta, Selasa (12/1). (gir)