"Kami berharap bahan baku kita dipakai sebesar-besarnya untuk kemakmuran di dalam negeri, untuk membangun nilai tambah, makanya industri petrokimia kami dorong," kata Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Harjanto, seperti yang dikutip dari kantor berita Antara (12/1).
Menurut Harjanto, bahan baku untuk industri petrokimia sebagian besar tersedia di dalam negeri, seperti gas dan batu bara. Selain itu, Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor ini juga tersedia, meskipun harga komoditas yang masih relatif tinggi menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, pemerintah berupaya agar bahan baku industri petrokimia yang tersedia di dalam negeri bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk industri nasional, meskipun beberapa bahan baku dan barang setengah jadi masih perlu diimpor karena belum tersedia di dalam negeri.
"Industri hulu tidak bisa ditinggalkan. Kalau kita memberi subsidi, kemudian hanya diproses satu step (setengah jadi), lalu barang setengah jadi itu dikirim ke luar negeri, ya itu kita tidak dapat apa-apa. Tapi kalau dari hulu diproses sampai ke hilir, itu lebih besar nilai tambahnya," papar Harjanto. (gir)