Darmin mengatakan sebagai perwakilan pemerintah, ia diminta untuk memberikan sejumlah masukan terkait kondisi perekonomian Indonesia khususnya di sektor moneter.
Dalam rapat tersebut, ia mengatakan saat ini situasi moneter sudah relatif longgar ketimbang tahun lalu. Di mana kondisi likuiditas di pasar keuangan juga relatif tidak mengalami tekanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berdiskusi mengenai likuiditas, Darmin juga menyebutkan dalam RDG turut membahas masalah inflasi.
“Ya sudah pasti lebih bagus lah koordinasinya, berarti kami bisa menyampaikan apa yang menjadi perhatian dan concern pemerintah. Tentu saja keputusannya ada di BI karena pemerintah tidak ikut ambil keputusan,” katanya.
Untuk diketahui, kondisi likuiditas selama ini terus menjadi pertimbangan BI dalam menentukan naik turunnya BI rate. Tercatat selama hampir satu tahun BI baru satu kali menurunkan suku bunganya dari level 7,75 persen menjadi 7,5 persen pada 15 Februari 2015. (gen)