Menteri Keuangan Bambang P.S Brodjonegoro menyebutkan, selain pengampunan pajak, Kemenkeu akan mengajukan revisi UU Bea Meterai, UU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), UU PPh, UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Sebagai langkah awal, pemerintah memastikan segera merampungkan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Bambang mengaku berat menyelesaikan lima revisi UU dalam setahun, namun pemerintah akan tetap memperjuangkan karena penting bagi reformasi pajak. “Lima UU dalam setahun berat, tapi cukup penting,” ujar Bambang.
Ia memaparkan, tax amnesty diperlukan sebagai langkah awal untuk mengetahui basis pajak (tax base) yang sebenarnya. Dengan telah diketahuinya besarnya tax base yang benar, lanjutnya, maka akan lebih mudah bagi pemerintah untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang tepat di bidang perpajakan.
“Setelah kita melakukan pengampunan pajak, maka akan ketahuan berapa besarnya tax base kita. Dengan besarnya tax base ketahuan, makanya kita bisa kemudian menentukan apakah misalkan tarif PPh (Pajak Penghasilan) Badan harus diturunkan, tarif PPh perorangan harus diturunkan,” jelasnya