Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menjelaskan, ke-6 proyek yang akan dibawa dalam pertemuan AIIB pada 16-17 Januari esok itu memiliki nilai pendanaan tak kurang dari US$2 miliar.
"Sifatnya ini untuk melengkapi pendanaan yang sudah ada di APBN dan multilateral lain. Ada sebagian project yang sifatnya co-financing dengan multilateral yang lain, apakah ADB atau World Bank," jelas Bambang seperti dikuti dari laman Kementerian Keuangan, Jakarta Kamis (14/01).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karenanya, ia meyakini Indonesia masih akan dapat bekerjasama menyoal pendanaan dengan Asian Development Bank (ADB) dan World Bank (WB).
Dari catatan AIIB, Indonesia akan menyetorkan modal sebanyak US$672 juta yang akan dibayar dalam 5 tahun.
Dengan kontribusi tersebut, Indonesia memiliki 3,36 persen dari seluruh modal AIIB. Saat AIIB sudah beroperasi penuh, Menkeu berharap lembaga ini dapat memperhatikan kepentingan negara peminjam.
“Yang paling penting juga adalah perlunya kecepatan dalam hal pengambilan keputusan,” cetusnya.