Selain itu, sentimen positif juga muncul setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi memberikan harapan publik akan keberlanjutan kebijakan stimulus moneter. Draghi mengatakan bank sentral akan meninjau kembali kebijakan suku bunganya pada Maret mendatang.
Reuters mencatat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,75 persen menjadi 15.884,23, sedangkan S&P 500 terapresiasi 0,55 persen menuju 1.869,6. Sementara indeks Nasdaq Composite bergerak positif 0,16 persen ke level 4.478,87.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal tahun ini harga minyak telah turun lebih dari 25 persen dan dituding menjadi pendorong utama dari pelemahan nilai berbagai aset belakangan ini.
"Harga minyak yang rendah mungkin baik bagi konsumen, tetapi secara sepihak tidak cukup baik untuk perekonomian AS," tuturnya.
Tercatat, tujuh dari 10 sektor besar dalam indeks S&P 500 naik 3,3 persen, terutama pada saham energi.
Saham Chevron dan ExxonMobil masing-masing naik 2,6 persen dan 1,6 persen.Sementara itu, produsen minyak kecil seperti Apache dan Marathon Oil melonjak 7,6 persen dan 11,8 persen.
Saham-saham Tiongkok yang tercatat di AS juga tercatat menguat, di mana Alibaba naik 2,9 persen, Baidu naik 2,8 persen dan Weibo bertambah 1,3 persen.
Demikian juga dengan saham Verizon, naik 3,3 persen setelah perseroan melaporkan laba kuartal IV 2015 yang mencapai US$5,5 miliar. Laba tersebut prestasi setelah pada tahun lalu perusahaan teknologi raksasa ini merugi US$2,1 miliar.
Dari sektor transportasi, saham United Airlines naik 0,5 persen setelah melaporkan kenaikan laba kuartal IV 2015, yani menjadi US$823 juta. Emiten maskapai ini juga mengumumkan pesanan 40 pesawat baru Boeing 737-700, dengan nilai sekitar US$3,2 miliar. Sejalan dengan itu, saham Boeing juga terapresiasi sebesar 1 persen. (ags)