kata Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae mengingatkan Pemda agar jangan sampai rencana investasi itu memberatkan dan mengganggu pembiayaan program pembangunan di daerah.
"Untuk penyertaan investasi blok migas Masela 10 persen dari APBD Maluku, agar DPRD bersama Gubernur Maluku mengawal betul prosesnya karena secara umum pemerintah sudah merestui memberikan hak ini ke provinsi," kata Edwin di Ambon, Senin (25/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edwin mengatakan, pola penanganan atau pembayaran PI harus dibicarakan secara baik agar tidak menjadi beban daerah ke depan.
"Bisa pihak ketiga atau pihak manapun yang akan digunakan nantinya haruslah tidak menjadi beban masyarakat untuk jangka panjang, baik dari tingkat suku bunga maupun tata cara pengembaliannya," ujar Edwin.
Dia berharap pembiayaan itu menggunakan dana yang tidak memberatkan. Menurutnya, legislatif sudah mendiskusikan beberapa pola pembiayaan yang dinilai bisa dijadikan solusi.
"Kami juga akan mengundang orang-orang yang punya kompetensi di bidang itu guna memberikan masukan bagi DPRD dan akan meneruskannya dalam bentuk pertimbangan ke gubernur untuk nantinya diputuskan," kata Edwin.
Membengkaknya nilai penyertaan modal oleh Pemprov Maluku dalam pengelolaan blok migas Masela hingga mencapai triliunan rupiah ini setelah Inpex Masela Ltd menemukan cadangan gas besar yang membentang dari Kepulauan Babar hingga laut Banda. (ags)