Seperti dikutip dari Reuters, indeks saham di seluruh dunia jatuh setelah kekhawatiran perlambatan ekonomi global bertahan. Sementara imbal hasil treasury AS 10 tahun jatuh ke titik terendah dalam setahun setelah naiknya permintaan untuk aset yang dianggap kurang berisiko, seperti emas bullion.
Harga emas spot mencapai puncak US$1.200,60 per ounce, terkuat sejak 22 Juni, setelah melewati level resistensi kunci puncak Oktober di angka US$1.190,63. Sebelumnya, harga sempat naik 1,8 persen ke level US$1.194 per ounce.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga emas AS untuk pengiriman April ditutup naik 3,5 persen pada US$1.197,90 per ounce.
"Kami melihat pembelian non-stop dari komunitas investasi dan sedikit aksi jual," kata salah seorang pedagang, menambahkan bahwa ETF dan dana investasi lainnya ber pindah ke emas sebagai safe haven.
Beberapa data ekonomi yang lemah baru-baru ini, terutama dari Amerika Serikat dan China, telah menyebabkan pasar keuangan yang memperkirakan lebih sedikit kenaikan suku bunga AS pada tahun ini. Dibandingkan empat tahap penaikan yang sebelumnya direncanakan, pelaku pasar hanya menilai kemungkinan satu kali penaikan. (gir)