Presiden Direktur Mabua Harley-Davidson Indonesia Djonnie Rahmat mengatakan proses seleksi rekanan bisnis telah dilakukan manajeman Harley Davidson Motor Company sebelum Mabua resmi mengumumkan penghentian kerjasama keagenannya.
"Info yang saya dapatkan akan ada diler di Jakarta dan di tempat lain. Dengan ini keberadaan Mabua yang hanya satu ini akan digantikan oleh beberapa pihak lain," ujar Djonnie dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setahu saya pemerintah sudah tidak menerapkan ATPM lagi, jadi nantinya akan dipegang oleh banyak pihak, akan ada pengumuman lanjut dari mereka apakah sudah bisa menjadi diler di Indonesia," jelasnya.
Pasalnya, peminat motor Harley Davidson sangatlah terbatas dan berasal dari kalangan tertentu. Ia mengatakan sang agen juga harus siap menanggung margin keuntungan yang tipis akibat banyaknya beban pajak yang dikenakan oleh pemerintah.
"Kalau mau jadi agen Harley minimal harus punya kocek tebal dan dalam, berani menanggung beban pajak yang segitu besarnya,"
Dengan penghentian keagenan ini berarti Mabua akan segera menutup sejumlah gerai dan toko penjualannya yang tersebar di Jakarta dan Bali per 30 Juni 2016. (gen)