MRA Group merupakan perusahaan holding yang memiliki unit bisnis yang bergerak di bidang media cetak, penyiaran radio, jasa hotel, gaya hidup, distribusi otomotif hingga makanan dan minuman.
CEO MRA Group Soetikno Soedarjo mengatakan melalui IPO perusahaan berencana melepas hingga 30 persen saham dari jumlah ekuitas yang dimiliki saat ini. Namun sayangnya ia enggan menyebutkan nilai ekuitas yang dimiliki perusahaan hingga saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, perolehan dana dari pasar modal tersebut akan digunakan untuk ekspansi beberapa anak usaha MRA Group yang dianggap potensial dalam mengembangkan model bisnisnya.
Di bidang media, MRA Group saat ini menaungi enam stasiun radio dan 19 unit media cetak.
Sementara kontribusi pendapatan perusahaan terbesar kedua didapat dari penjualan mobil dan motor yang dijalankan oleh anak usaha MRA Group yang bergerak di bidang distribusi otomotif.
Sebelumnya, penjualan motor besar Harley Davidson dan mobil Ferrari yang dilakukan oleh PT Mabua Harley Davidson Indonesia dan PT Parama Unggul Otomotif berhasil menyumbang 35-40 persen pendapatan MRA Group.
"Tapi kalau sekarang hanya Ferrari saja paling dari otomotif hanya 20-25 persen saja," katanya.
Sebagai informasi, MRA didirikan pada tahun 1993 atas inisiasi Soetikno Soedarjo. Pada saat itu ia beserta dua rekannya Adiguna Sutowo dan Dian M Soedardjo, membentuk PT Mugi Rekso Abadi sebagai perusahaan induk untuk perusahaan media dan gaya hidup.
MRA juga memegang lisensi untuk majalah seperti FHM, Harper Bazaar dan Esquire. MRA juga memiliki Hard Rock Cafe, Hard Rock FM, Bulgari Hotel Bali dan memegang lisensi dealer untuk produk mewah, yaitu Ferrari dan Bang & Olufsen. (gir)