Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata mengatakan pencapaian kontrak baru sepanjang Januari 2016 berhasil tercapai Rp1,1 triliun dengan total tender yang diikuti perusahaan senilai Rp1,7 triliun.
“Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru sepanjang Januari 2016 didominasi oleh lini bisnis konstruksi sebesar 86,9 persen dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari pekerjaan gedung sebanyak 67,1 persen, jalan dan jembatan 13,0 persen, sedangkan dermaga serta infrastruktur lainnya sebesar 19,9 persen,” jelasnya.
Seiring dengan rencana peningkatan anggaran infrastruktur pemerintah di tahun 2016, Adhi Karya menargetkan perolehan kontrak baru di tahun 2016 sebesar Rp25,1 triliun, dimana lini bisnis konstruksi ditargetkan memberikan kontribusi sebesar 75,1 persen, EPC 6,9 persen, properti 8,6 persen dan manufaktur precast sebesar 9,4 persen.
Dilihat dari sumber dana, rencana perolehan kontrak baru ADHI terdiri atas APBN 27,9 persen, APBD 9,3 persen, BUMN/D 25,7 persen dan proyek swasta/ lainnya sebesar 37,1 persen. Sedangkan dari tipe pekerjaan, target perolehan kontrak baru tersebut berasal dari pekerjaan gedung 45,3 persen, Jalan dan Jembatan 21,3 persen, Dermaga 4,9 persen, dan infrastruktur lainnya 28,5 persen.
Sementara total pendapatan usaha di tahun 2016 direncanakan sebesar Rp20,0 triliun yang diperoleh dari lini bisnis konstruksi sebesar 57,5 persen, EPC 5,8 persen, Properti 8,4 persen, dan Precast 6,7 persen serta dari kontribusi proyek LRT sebesar 21,6 persen.
Belanja modal Adhi Karya di tahun 2016 direncanakan sebesar Rp1,1 triliun yang terdiri atas investasi aset tetap sebesar Rp404,5 miliar dimana di dalamnya termasuk termasuk investasi aset tetap untuk bisnis hotel sebesar Rp280,0 miliar, dan penyertaan pada berbagai proyek investasi sebesar Rp750,0 miliar.