Dalam forum internasional itu, Jokowi mengatakan Pemerintah Indonesia akan menekankan pentingnya kerja sama untuk perdamaian dan kesejahteraan ekonomi.
Presiden menyampaikan, baik ASEAN maupun AS memiliki kewajiban untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas kawasan serta dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi, lanjut Jokowi, Indonesia akan mendorong peningkatan kerja sama ekonomi yang melibat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta berbasis inovasi dan pengembangan ekonomi digital.
Presiden Jokowi dalam KTT tersebut dijadwalkan akan memimpin sesi pembahasan mengenai terorisme.
"Kesempatan ini akan saya gunakan untuk berbagi pengalaman sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dalam membangun toleransi, mencegah radikalisasi serta memberantas terorisme", ujar Presiden.
Selain itu, lanjut Jokowi, Pemerintah Indonesia juga akan mengangkat pentingnya keterlibatan masyarakat, termasuk melalui media sosial, dalam melawan terorisme.
Selain didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, turut serta Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dalam rombongan presiden.
Presiden dan rombongan dijadwalkan kembali ke tanah air pada Jumat pagi, 19 Februari 2016. (ags)