Wakil Ketua Umum Aprindo, Tutum Rahanta mengatakan, penjualan ritel pada Hari Kasih Sayang atau Valentine biasanya hanya naik untuk beberapa jenis barang tertentu sehingga dampaknya tidak sebesar momen lain seperti perayaan keagamaan atau masa liburan sekolah.
Ia menambahkan, penjualan ritel barang-barang khas Valentine juga hanya terdapat di wilayah tertentu saja, sehingga dampak yang ditimbulkan bersifat terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Tutum mengatakan penjualan ritel Hari Valentine tahun ini terbantu karena jatuh tepat di hari Minggu. Kendati demikian, bukan berarti setiap tahunnya tidak ada pertumbuhan penjualan ritel tepat di Hari Valentine.
Lebih lanjut, ia juga tidak bisa memberi angka pertumbuhan penjualan ritel di hari Valentine tahun ini jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Namun, ia menyamakan momen hari Valentine seperti akhir liburan sekolah, di mana masyarakat hanya membeli barang-barang kebutuhan tertentu saja.
"Saya ibaratkan Valentine ini seperti saat-saat menjelang anak-anak masuk sekolah. Pertumbuhan penjualan pasti ada, namun hanya untuk barang-barang tertentu seperti alat tulis atau buku-buku,” jelas Tutum. (ags)