Sekretaris Perusahaan Antam Tri Hartono mengatakan untuk saat ini perseroan belum memiliki rencana ekspansi dan aksi korporasi terdekat. Pasalnya, perseroan tengah menyiapkan diri untuk pengoperasian P3FP.
“Dalam waktu dekat, P3FP akan selesai sepenuhnya di bulan Maret,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek perluasan pabrik feronikel Antam ini menelan dana investasi mencapai US$ 573 juta. Dimana revitalisasi serta pengembangan pabrik meliputi 8 paket pekerjaan, mencakup pembangunan Jetty dan fasilitasnya; Belt Conveyors, Feni-I plant, electric smelting furnace, oxygen plant dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap berkapasitas 2x30 megawatt (MW).
Dengan perolehan pendanaan dari Maybank Indonesia, maka seluruh pendanaan yang dibutuhkan untuk P3FP telah tercukupi. Sampai dengan akhir November 2015, EPC progress P3FP sudah mencapai 98,36 persen.
Direktur Utama Antam Tedy Badrujaman mengatakan perolehan fasilitas pembiayaan dari Maybank Indonesia dengan termin yang sangat baik dan didasarkan pada prinsip Syariah menunjukkan bahwa posisi Antam masih solid di mata industri perbankan.
“Melalui fasilitas pembiayaan Syariah ini juga berarti Antam memiliki tambahan sumber pendanaan diluar jenis pinjaman yang sudah ada saat ini," katanya.
Target Tak Berubah
Sementara itu, menyusul penaikan harga emas dunia dalam beberapa waktu terakhir, Tri menyatakan perseroan belum berencana melakukan revisi target penjualan dan produksi emas. Pasalnya, ia mengaku manajemen masih mengacu pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
“Saya kira ini harapan Antam agar harga emas terus menunjukkan trend kenaikan. Usaha yang kita lakukan adalah bagaimana memaksimalkan lebel produksi dan penjualan emas,” kata Tri.
“Untuk tahun 2016 kami targetkan produksi emas di level 2.450 kilogram dan penjualan di level 10.431 kilogram,” imbuhnya.
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2015 Antam mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 56 persen menjadi Rp9,04 triliun dari periode yang sama 2014. Peningkatan nilai penjualan terutama disebabkan kenaikan signifikan volume penjualan komoditas emas pada yang naik 129 persen menjadi 12.648 kg. (gir)