Mengutip CNN Money, kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini terjadi seiring dengan penurunan pendapatan perusahaan sebesar 27 persen, yang berakibat pada anjloknya laba sebesar 41 persen.
Alhasil, saham emiten berkode SLB ini tergerus 18 persen di bursa New York, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan kinerja dan aksi PHK besar-besaran di internal Schlumberger merupakan imbas negatif dari kejatuhan harga minyak dunia.
Schlumberger merupakan perusahaan besar pertama di industri migas yang melaporkan gaji eksekutif untuk 2016.
Perusahaan migas itu menggaji pimpinan perusahaannya, Paal Kibsgaard sebesar US$18,3 juta pada tahun lalu. Pendapatan CEO Schlumberger itu hanya turun sedikit dibandingkan dengan yang diterimanya pada tahun sebelumnya US$18,5 juta.
Penurunan sedikit kompensasi Kibsgaard adalah hasil dari performa rencana pensiunnya. Alhasil, meski pendapatan turun tetapi uang tunai yang dibawa pulang oleh Kibsgaard berkat rencana pensiunnya justru melonjak 12 persen pada 2015 menjadi US$5,2 juta. (ags)