Agus menyebut dalam pertemuan tingkat tinggi (high level) antara BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Kementerian Keuangan, dan Komisi XI DPR sudah menyetujui tiga hal yang menjadi substansi UU JPSK.
"Kami lihat dalam RUU JPSK, tiga substansi yang paling akhir sudah dibicarakan di high level. Maka harusnya topik atau substansi utama sudah ada kesamaan paham, tinggal finalisasi perumusan UU-nya," ujar Agus di Jakarta, Senin (22/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, isu utama lainnya pada pembahasan RUU JPSK yakni terkait mekanisme pengambilan keputusan saat kondisi tidak normal dan siapa pihak yang memutuskan.
"Kami yakin dengan UU JPSK itu, institusi seperti BI, OJK, dan LPS mendapat penegasan bagaimana tugas masing-masing lembaga, bagaimana koordinasi, dan bagaimana tindaklanjut kalau ada krisis," jelas Mantan Menteri Keuangan itu.
Pemerintah dan DPR telah membentuk Panja RUU JPSK sejak November 2015 untuk membahas sekitar sembilan masalah pokok dan 409 daftar inventarisasi masalah (DIM) yang tercantum dalam rancangan peraturan tersebut. (gir)