Menurutnya, beberapa negara tetangga telah meningkatkan produksi minyaknya selama bertahun-tahun menjadi 10 juta barel per hari. Kemudian, saat ini negara-negara tersebut mendorong Iran membekukan produksi minyak.
"Mereka membekukan produksi pada 10 juta barel per hari dan kami membekukan pada satu juta barel per hari. Ini adalah lelucon yang sangat lucu," kata Zanganeh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar itu memunculkan harapan pasar akan stabilisasi harga minyak setelah pada pekan lalu menyentuh level terendah dalam 13 tahun terakhir.
Zanganeh mengatakan ada ruang untuk diskusi terkait wacana itu. Namun, ia menegaskan Iran tidak akan menyerahkan pangsa pasarnya.
Sementara itu, Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Al-Naimi mengatakan pemangkasan produksi negara-negara OPEC maupun non-OPEC tidak akan terjadi.
"Karena kenyataannya banyak negara yang tidak akan berhenti berproduksi," ujar Ali dalam konferensi di Houston Texas.
Apabila dunia ingin kesepakatan dari Arab Saudi terkait pemangkasan produksi, Ali menegaskan harus disertai pula oleh kesepakatan negara-negara eksportir lainnya.
Sementara negara non-OPEC, Rusia akhirnya sepakat untuk menahan produksi selama bulan Januari 2016.
Saat ini, di pasar dunia diperkirakan ada kelebihan produksi minyak (ags)