"Karena proyeknya besar, jadi harus hati-hati dan perhitungannya juga harus baik," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di gelaran Indonesia Summit, Jakarta Kamis (25/2).
Dia menegaskan pemerintah belum membuat keputusan resmi dan dipastikan dalam waktu dekat skema pengembangan blok Masela akan diputusakan guna memberikan kepastian penanaman modal bagi Inpex Corporation dan Shell Upstream Overseas Services.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengklaim pemerintah telah memilih skema darat (onshore) untuk mengembangkan blok migas yang ditaksir memiliki cadangan gas 10 triliun kaki kubik (TCF) itu.
Dalam kajiannya, Rizal memperkirakan biaya pembagunan kilang darat (onshore) akan menelan biaya investasi sebesar US$16 miliar. Sedangkan jika dibangun kilang apung di laut (offshore), biayanya mencapai US$22 miliar.
Dengan demikian, skema pengembangan kilang di darat US$6 miliar lebih murah dibandingkan dengan kilang di laut.
“Pertimbangannya, pemerintah sangat memperhatikan multiplier effects serta percepatan pembangunan ekonomi Maluku khususnya, dan Indonesia Timur pada umumnya,” ujarnya.
(ags/gen)