Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat 6,5 poin (0,05 persen) ke Rp13.375 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.373-Rp13.413.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan bursa Asia ditutup mayoritas terkoreksi setelah dibuka cukup optimis di awal pekan ini. Langkah China yang akan memberhentikan sekitar 1,8 juta pekerja baja dan batubara untuk upaya memotong kelebihan kapasitas industri berdampak cukup negatif untuk jangka pendek pada bursa Asia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, harga minyak mentah pun kembali turun beriringan dengan spekulasi surplus minyak yang berkepanjangan ditengah peningkatan eksport dari stok Iran dan AS yang berada pada level tertinggi.
Ia menjelaskan, investor menilai pemangkasan suku bunga masih berpeluang berlanjut melihat inflasi yang terus terkendali. Investor asing, lanjutnya, tercatat melakukan aksi beli meskipun dua sektor favorit seperti inftastruktur dan properti terkoreksi.
“Sehingga total capital inflow pada bulan Februari ini sebesar Rp3,97 triliun, masih lebih rendah bila dibandingkan dengan capital inflow bulan Februari tahun 2015 lalu yang mencapai Rp10,55 triliun,” katanya.
RTI mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp5,52 triliun dengan volume 3,25 miliar lembar saham. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) Rp284,7 miliar.
Sebanyak 152 saham naik, 118 saham turun, dan 102 saham tidak bergerak. Sementara sebanyak delapan indeks sektoral menguat, dipimpin oleh sektor perdagangan yang naik 1,77 persen. Sementara sektor properti melemah sebesar 0,27 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun 0,91 persen, DAX di Jerman melemah 1,67 persen, dan CAC di Perancis anjlok 1,26 persen. (gir)