Direktur Utama JNE Mohammad Feriadi mengatakan bahwa perusahaan tahun ini akan menggelontorkan dana tersebut sebagai belanja modal khusus infrastruktur. Pembangunan pergudangan dan poin-poin logitik, ujarnya, menjadi salah satu yang dianggarkan di dalam capex tersebut.
"Nanti kami juga akan bangun pergudangan di Cimanggis dan Cengkareng, dan akan bangun di lokasi lainnya. Termasuk di Cikarang," ujar pria yang akrab disapa Feri di Jakarta, Senin (29/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan pembangunan gudang tersebut dimaksudkan untuk memperkuat konektivitas logistik di pulau Jawa. Terlebih, ia menyatakan di sekitar daerah tersebut akan dibangun Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban, yang rencananya menggantikan Pelabuhan Cilamaya.
Lebih lanjut, ia mengatakan gudang ini nantinya juga digunakan untuk membantu pergerakan barang dari luar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan dari Jabodetabek ke seluruh nasional. Pasalnya, 60 persen barang yang keluar berasal dari Jabodetabek.
"Nantinya kemungkinan kami akan bangun ke luar Jawa juga karena tidak mungkin kami andalkan di dalam Jawa terus. Kota-kota besar seperti Medan dan Makasar sepertinya juga sudah bagus," ujarnya.
Kendati demikian, ia tak mau membeberkan angka investasi yang digelontorkan perusahaan untuk membangun gudang tersebut. Selain itu, ia juga mengatakan tahun ini perusahaan menargetkan pembangunan gudang-gudang bati di seluruh Indonesia.
"Kami tak bisa beritahu angka pasti investasinya," jelas Eri.
Di samping itu, perusahaan juga akan menambah 500 hingga 1.000 titik logistik baru yang akan dibangun hingga akhir tahun ini. Rencananya, perusahaan masih akan menambah titik di Jakarta, Bandung, Makasar, Balikpapan, hingga Surabaya, namun provinsi Sulawesi Selatan menurutnya sangat menarik untuk dikembangkan.
Jika hal tersebut terealisasi, maka hingga akhir tahun JNE akan memiliki 5.500 hingga 6.000 titik logistik di seluruh Indonesia. Pertumbuhan pembangunan titik logistik perusahaan rata-rata mencapai 15 hingga 20 persen per tahunnya. (gir)