Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pelindo II Dede R Martin berharap, ditekennya nota kesepahaman dan perjanjian induk ini akan memperpecapat implementasi 10 dari 225 proyek strategis nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.
"Indonesia tidak hanya perlu membangun fasilitas pelabuhan yang baik. Melainkan untuk mendukung program tol laut mutlak perlu dibangun integrasi logistik maritim," ujar Dede di kantor Kementerian BUMN, Selasa (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di mana MoU dan perjanjian induk yang dibuat meliputi:
2. Nota Kesepahaman antara Pelindo II dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV mengenai rencana pengembangan pelabuhan pelabuhan di Indonesia bagian timur.
3. Nota Kesepahaman antara Pelindo II dengan PT Waskita Karya Tbk menyoal pembangunan dan pengoperasian dan sinergitas ruas tol jalan Cimanggis-Cibitung dengan ruas Jalan tol Cibitung-Cilincing.
4. Nota Kesepahaman antara Pelindo II dengan PT Krakatau Steel (KS) Tbk terkait rencana kerjasama prmanfaatan lahan dan pengoperasian pelabuhan Krakatau Bandar Samudera.
5. Nota Kesepahaman antara Pelindo II dengan PT Aneka Tambang Tbk dan PT Inalum (Persero) mengenai rencana penggunaan pelabuhan kijing guna mendukung smelter grade alumina (SGA) di Kalimantan Barat.
6. Nota Kesepahaman antara Pelindo II denfan PT PLN (Persero) terkait penyiapan rencana kerjasama bidang kepelabuhan dan ketenagalistrikan.
7. Nota Kesepahaman antara Pelindo II dengan PT Semen Padang menyoal rencana kerjasama pembangunan dan pengoperasian dermaga dan fasilitas pengantongan semen dan lainnya di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.
"Tindak lanjutnua adalah rencana aksi oleh tim bersama sesuai jadwal yang disepakati untuk implementasi," cetus Dede. (dim)