Konflik dua pembantu Presiden Joko Widodo juga dianggap Politisi Gerindra itu sebagai sinyal buruk yang bisa mengkhawatirkan investor.
Menurutnya, Rizal Ramli selaku menteri koordinator seharusnya dapat mengambil kebijakan tertinggi untuk kemudian dijalankan oleh menteri teknis di bawahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai Presiden Joko Widodo juga seharusnya dapat memanggil menteri terkait untuk menjelaskan visi dan kebijakan yang akan ditempuh.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno. Ia berpendapat kegaduhan yang timbul dari adu argumen antarmenteri hanya akan menambah ketidakpastian investor. Hal semacam itu, kata dia, tidak disukai penanam modal.
"Investor itu ingin predictable, terduga, regulasi terduga, kebijakan pemerintah terduga. Semuanya terduga, mendorong orang percaya investasi meningkat," ujar Hendrawan saat dihubungi.
Menurut Hendrawan, presiden harus segera memanggil menteri terkait untuk menyelesaikan perdebatan ini. Apalagi, rivalitas antara Rizal dan Sudirman, kata dia, juga sempat terjadi saat persoalan PT Freeport Indonesia.
Anggota Badan Legislasi DPR ini menganggap, terdapat kecenderungan pemerintah menyelesaikan silang pendapat soal kebijakannya dengan menyerahkannya kepada opini publik.
Apabila hal ini terus berlanjut, ujarnya, akan berbahaya bagi manajemen pemerintahan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan Jokowi akan mengumumkan keputusan pengembangan fasilitas regasifikasi LNG Blok Masela oleh Inpex Corporation sekembalinya dari kunjungan kerja ke Sumatera. Keputusan itu segera diumumkan presiden guna menghentikan debat kusir tersebut,
"Beliau (Jokowi) di pesawat bercerita bahwa beliau sudah tahu dan nanti akan diputuskan," kata Luhut saat ditemui di perjalanan menuju Pekanbaru, Riau, Rabu (2/3). (ags)