Menurutnya. sikap protektif masih perlu ditunjukkan pemerintah guna melindungi industri dalam negeri yang telah lama eksis.
"Kalau ada yang memandang pemerintah tidak konsisten tinggal kita lihat bagaimana koordinasinya saja. Tapi ingat, tidak sepenuhnya kita terbuka," kata Darmin usai menghadiri seminar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Menara BTN, Jakarta, Rabu (2/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Katakan mengenai bidang perikanan, ya kalo agak protektif supaya yang menangkap ikan itu nelayan dalam negeri saja, tidak apa-apa karena kita punya banyak nelayan. Tapi yang masalah kalau kita protektif tapi pelaku usahanya di sini tidak cukup, itu yang jadi masalah," lanjut Darmin.
Menurutnya, kebijakan ini bukanlah liberalisasi tetapi upaya mengembangkan potensi geopolitik dan geo-ekonomi nasional, antara lain dengan mendorong UMKMK dan perusahaan nasional meningkatkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan menyerap teknologi baru dalam era keterbukaan.
"Sejauh ini kita tidak melihat itu (liberalisasi), ukuran dibuka atau tidak itu berdasarkan kemampuan kita bisa memenuhinya atau tidak. Kalau kita bisa, tidak perlu terbuka," katanya. (ags)