Ketua Umum Dekarindo Azis Pane mengatakan asosiasi telah menyampaikan surat protes kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kami sudah berikan surat kepada Presiden, agar aturan DNI mengenai crumb rubber jangan seluruhnya dibuka ke asing," kata Aziz saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernyataan ini sangat keliru dan tidak berdasarkan fakta dan data perkaretan nasional. Data menunjukan bahwa 3,2 juta ton produksi bahan baku karet alam setiap tahun habis diolah menjadi crumb rubber," katanya.
"Justru sebenarnya industri pengolahan crumb rubber yang ada mengalami inefisiensi operasional pabrik karena utilitas kapasitas terpasang tidak normal," katanya.
Saat ini, Indonesia diketahui telah bergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) bersama Malaysia dan Thailand untuk meningkatkan harga karet di tingkat petani. Di dalam kerjasama tersebut telah disepakati adanya pengurangan volume ekspor selama Maret hingga Agustus 2016.
Namun Aziz menegaskan kendati Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) setuju, pembelian bahan baku karet alam dari petani karet oleh industri pengolahan crumb rubber anggota Gapkindo masih tetap dilakukan.
"Karena kami tetap mengamankan tingkat efisiensi operasional pabrik dengan tidak menurunkan lebih rendah lagi utilisasi kapasitas terpasang. Karena yang selama ini pun belum optimal," katanya.
Dampak negatif lain dari dibukanya investasi asing dalam usaha crumb rubber, lanjut Aziz, adalah ancaman masuknya investor Thailand untuk investasi baru maupun mengakuisisi pabrik-pabrik yang ada.
Ia menilai saat ini Thailand terus mengincar Indonesia sebagai ladang bisnis crumb rubber karena karet alam di Thailand telah menjadi komoditas politik.
"Di sana pemerintah yang berkuasa menyediakan dana untuk membantu petani karet, jika harga melemah maka pemerintah Thailand membeli karet petani di atas harga pasar," katanya.
Berangkat dari itu, Dekarindo meminta Jokowi untuk tidak mengeluarkan investasi bidang usaha industri crumb rubber dari DNI. Bahkan ia meminta adanya moratorium terhadap investasi baru di industri tersebut.
“Saya akan minta rapat lagi dengan Menko Darmin Nasution dalam forum yang lebih kecil dan khusus," katanya.