Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan selama ini sudah banyak pungutan biaya administrasi oleh bank. Menurutnya, hal itu seharusnya diatur dan diberi batas biaya agar nasabah selaku konsumen memiliki kejelasan.
“Selama ini kan ada biaya administrasi, ada juga dana minimal di ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang berbeda-beda. Seharusnya diatur OJK agar nantinya tidak ada eksploitasi nasabah,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau tidak diatur seperti ini kan sama saja semacam pungli (pungutan liar),” katanya.
“Meski baru rencana, banyak yang mengeluh ke kami. Nanti kami minta ke OJK untuk melihat hal ini agar tidak menular ke perbankan lain,” ujarnya.
Penasihat Pengendalian Kualitas Pengawasan OJK Sondang Martha mengatakan dirinya baru mengetahui kabar wacana tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa rencana tersebut tidaklah menyalahi aturan.
“Saya malah belum tahu, baru sekarang ini. OJK tidak mengatur se-rigid itu. Itu kewenangan bank terkait,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (5/3).
Di sisi lain, Martha menyatakan jika pun bank tersebut bakal menarik biaya untuk cek saldo, sebaiknya memperhitungkan berbagai efeknya. Apalagi, lanjutnya, BCA memiliki nasabah ritel yang sangat banyak dan aktif melakukan transaksi.
“Semestinya manajemen memperhitungkan rencana ini dengan matang. Jangan sampai kebijakannya malah memberikan efek buruk bagi citra dan kinerja nantinya,” jelas Martha.
Staf Humas OJK Dody Ardiansyah menjelaskan bahwa biaya-biaya jasa atau produk bank tidak diatur oleh otoritas tersebut. Ia menyatakan bahwa itu memang kewenangan bank yang bersangkutan.
“Kalau untuk biaya-biaya jasa atau produk banktidak diatur OJK. Bisa langsung (konfirmasi) ke bank-nya saja,” katanya.
Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati mengatakan penarikan biaya cek saldo tersebut masih berupa wacana dan memerlukan kajian yang mendalam. Ia menambahkan, saat ini nasabah masih dapat melakukan transaksi seperti biasa.
Asal tahu saja, per akhir Desember 2015, BCA memfasilitasi layanan transaksi perbankan kepada 14 juta rekening nasabah melalui 1.182 cabang, 17.081 ATM dan ratusan ribu EDC dengan dilengkapi layanan internet banking dan mobile banking.